Apakah kamu tahu apa itu family caregiver? Istilah itu sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang, bahkan keluarga. Caregiver sendiri kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia yaitu pengasuh. Secara luasnya berarti seseorang yang merawat dan memberi dukungan ke individu yang mempunyai keterbatasan yang sedang dialami oleh individu tersebut.
Keterbatasan itu bisa dikatakan mereka yang memiliki penyakit serius, sulit berjalan, dan sebagainya, sehingga mereka membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Tidak hanya orang yang punya keterbatasan saja, melainkan orang yang sudah lanjut usia yang sudah tidak mampu lagi melakukan aktivitasnya sendiri.
Sebagai caregiver, bantuan dan dukungan yang dilakukan beraneka macam karena disesuaikan dengan kemampuannya. Dukungan tersebut bisa berupa bantuan finansial, dukungan emosional, membantu dalam merawat kebutuhannya sehari-hari, dan masih banyak lagi yang lain.
Baca juga : 5 Aspek Kunci Pelayanan Perawatan Berkualitas, Sebagai Pedoman Untuk Anda
Kategori caregiver ada 2, yaitu dalam bentuk informal dan formal. Caregiver dalam kategori formal merupakan orang yang sudah terlatih dalam memberikan perawatan. Dalam hal itu termasuk tenaga profesional yang pada umumnya ditawarkan oleh pihak rumah sakit, perawat medis, serta psikiater.
Berbeda dengan caregiver informal yang memberikan dukungan perawatan tanpa harus melakukan pelatihan terlebih dahulu. Dalam hal ini meliputi anggota keluarga sendiri, sahabat, teman sendiri, bahkan sampai tetangga sekitar.
Lalu, bagaimana dengan family caregiver?
Reinhard mengatakan kalau family caregiver merupakan pendamping atau pengasuh yang bukan berasal dari lembaga tertentu atau rumah sakit, melainkan dari anggota keluarga sendiri, teman, sahabat, sampai tetangga sekitar rumah.
Ketika ada anggota keluarganya yang sedang terkena penyakit kronis atau sulit melakukan aktivitasnya sehari-hari karena disabilitas, pihak keluarga sendiri, teman, sahabat, serta tetangga sekitar perlu mendampinginya untuk membantu dalam melakukan kegiatan yang membutuhkan bantuan, seperti membersihkan badan, memakaikan pakaian, serta minum obat.
Tentu saja bantuan yang dilakukannya tidak memerlukan bayaran apapun. Bisa dikatakan kalau family caregiver bersifat sukarela.
Sekarang ini sudah tidak sedikit keluarga yang merawat sendiri anggota keluarganya sakit. Ada banyak alasan yang menjadi faktor penting kenapa lebih memilih family caregiver dibandingkan menggunakan lembaga caregiver yang lain, seperti lebih hemat secara biaya, pasien lebih senang secara psikologis, dan sebagainya.
Tapi, ada hal yang terkadang tidak terpikirkan, yakni mereka yang bertugas merawat anggota keluarganya yang sakit kurang diperhatikan secara mental, psikologis, dan emosional.
Tidak sedikit beranggapan kalau merawat pasien meski hanya 1 orang saja dinilai sangat gampang, sehingga membiarkan anggota keluarganya yang merawatnya sendiri tanpa memberikan bantuan apa-apa. Kondisi seperti itu tentu saja membuat anggota keluarga harus menghabiskan waktu seharian untuk merawat pasiennya dengan tidak ada bantuan dari orang lainnya lagi.
Banyak dari mereka sudah tidak bisa lagi menikmati masa-masa yang menyenangkan, seperti melakukan aktivitas yang disukainya (hobi), bersosialisasi dengan teman-temannya, atau tidak bisa lagi terlalu fokus dengan pekerjaan kantor atau kampusnya.
Kondisi tersebut tentu saja sangat tidak mengenakan, apalagi tidak ada dukungan dari orang-orang terdekat, seperti keluarga, sahabat, serta lingkungan. Belum lagi memikirkan kondisi kesehatan pasien yang terkadang tingkat keparahannya naik turun, sehingga untuk menghabiskan waktu luang sendiri semakin tidak ada.
Tidak heran mereka yang mengalami situasi tersebut mengalami stress dan menganggapnya menjadi beban yang berat. Ketika beban-beban itu sudah mulai dirasakan, mereka akan menjadi susah untuk beristirahat saat malam hari atau siang hari, merasa kesepian karena kurang bersosialisasi, putus asa, kurang bersemangat dalam melakukan kegiatan, gampang emosi dan menangis, terlebih lagi depresi dan ansietas.
Kalau kondisi itu dibiarkan begitu saja, tentu saja pengasuh atau family caregiver menjadi semakin stress dan kesehatannya semakin memburuk.
Dari kutipan WHO, “Health is a state of complete physical, mental and social well-being and merely the absence or infirmity, sudah jelas kalau kesehatan bukan hanya dari fisik dan bebas dari penyakit, tapi juga dari mental dan jiwa yang baik.
Kalau kamu termasuk orang yang menjadi family caregiver, mulailah menggunakan manajemen waktu yang benar dengan membuat catatan kecil tentang kegiatan yang harus diprioritaskan, memberi waktu luang untuk diri sendiri, dan mengikuti forum atau komunitas family caregiver, sehingga kamu bisa bersosialisasi dengan sesama pengasuh keluarga.
Kamu yang mengikuti komunitas atau forum family caregiver bisa saja mendapat tips, bahkan saling memberikan dukungan satu sama lain.
Selain meluangkan waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran, jangan lupa untuk melakukan olahraga sejenak dengan teratur. Dengan berolahraga secara rutin, fisik akan tetap terjaga kesehatannya, apalagi cara yang tepat untuk mengurangi stress yang sedang dilanda. Menurut para ahli, ketika kita berolahraga, tubuh akan mengeluarkan beberapa hormon penting, seperti endorfin, dopamin, serta serotanin.
Dari hormon-hormon itu, fisik dan pikiran akan menjadi lebih tenang. Kamu pun juga akan semakin senang dan terasa lebih baik.
Kamu yang menjadi seorang family caregiver, haruslah memberi batasan diri tertentu dalam merawat anggota keluarga yang sedang sakit. Tidak ada salahnya kalau kamu sesekali menceritakan masalahmu dengan orang lain, sehingga beban yang kamu alami akan terasa lebih ringan.
Baca juga : Tips dan Langkah dalam Memilih Jasa Perawat Lansia Terbaik di Jabodetabek
Kamu pun juga perlu membagi tugas merawat anggota keluarga dengan lainnya agar tugas kamu tidak terlalu keteteran. Hal itu juga membantu kamu bisa tetap menjalankan pekerjaan sehari-hari kamu.
Tapi, kalau kamu masih mengalami stress, sulit tidur, dan sebagainya, lebih baik datangi psikolog atau orang yang profesional untuk berkonsultasi.
Sebelum kamu merawat orang lain, lebih baik kamu jagalah kesehatan dirimu sendiri. Bagaimana bisa kalau mau merawat orang lain tapi dari kamu sendiri saja tidak sanggup melakukannya untuk diri sendiri?