Bingung ketika hendak merawat anggota keluarga atau saudara yang sudah lansia? Tenang, merawat lansia bukan lagi menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Apalagi seiring dengan kemajuan teknologi, kini telah muncul dikalangan masyarakat berbagai alat dan cara yang lebih memudahkan kita dalam merawat orang yang sudah lanjut usia.
Apabila orang yang sudah lanjut usia tersebut merupakan salah satu anggota keluarga kita, tentu kita akan memiliki tanggung jawab yang lebih dibandingkan kalau lansia tersebut adalah orang lain. Sehingga, mengetahui hal-hal apa saja yang harus diperhatikan ketika merawat lansia menjadi hal yang harus diketahui sebagai tanda bakti terhadap keluarga.
Sebenarnya, merawat anggota keluarga yang sudah lansia tersebut tidak harus dilakukan sendiri secara langsung. Apalagi saat ini kesibukan rutinitas sehari-hari sudah membuat kepala kita cukup penat. Nah, anda bisa menyewa perawat lansia sebagai tanda bakti terhadap keluarga dan cukup memberi tahu perawat tentang 5 hal penting di bawah ini.
Sebelum teknologi berkembang seperti saat ini, batasan normal kesehatan seorang lansia sulit untuk diukur. Sehingga, mereka memilih untuk merawat para lansia tersebut secara penuh yang tentu saja memakan banyak waktu. Namun, kini anda bisa dengan mudah mengetahui batasan normal lansia cukup dengan bantuan para dokter.
Batasan normal untuk kesehatan lansia dapat diukur dari berapa tekanan darah yang normal untuk seorang lansia. Ukuran tekanan darah tersebut tentu saja berbeda-beda setiap individu tergantung dari usia dan juga jenis kelamin.
Baca juga : Ketahui Pedoman untuk Periksa Kesehatan Lansia Secara Lengkap
Dalam hal ini, anda bisa memeriksa tekanan darah lansia yang anda rawat, atau anda bisa cukup memerintah pengasuh lansia yang anda sewa untuk periksa batasan normal tekanan darah lansia yang anda rawat dan meminta hasil pemeriksaan sekaligus indikasi apa yang bisa berpengaruh pada batasan normal pada lansia yang anda rawat.
Hal penting yang pertama ini akan sangat membantu anda dalam merawat lansia sehingga anda bisa lebih tenang saat harus di sibukkan dengan rutinitas di rumah maupun di kantor.
Hal penting yang kedua adalah memperhatikan pemberian gizi seimbang. Sebenarnya, memberikan gizi seimbang tidak hanya dilakukan ketika sedang merawat orang yang sudah lanjut usia saja, kita sendiri pun membutuhkannya. Betul? Nah, akan tetapi yang membedakan adalah bahwa bagi lansia hal ini bukan lah hal yang sepele.
Mengapa tidak bisa dikatakan sebagai hal yang sepele? Karena, kemampuan organ tubuh seseorang yang sudah mencapai lansia akan mengalami degradasi fungsi yang cukup signifikan. Sehingga, kita tidak boleh sembarangan memberikan makanan yang asal bergizi tanpa mempertimbangkan kemampuan lansia dalam mencerna makanan tersebut.
Misalnya, kita tidak bisa lagi memberikan makanan yang bertekstur keras karena gigi lansia yang sudah tidak lagi utuh. Kita tidak bisa lagi memberikan makanan yang mengandung minyak karena kolesterol lansia yang sudah cukup tinggi, dan contoh-contoh praktis lainnya.
Meskipun jenis makanan yang diberikan tidak lagi bisa bebas, tetapi usahakan untuk tetap menjaga jumlah kalori dalam makanan agar tujuan utama yaitu pemberian gizi yang seimbang untuk lansia yang dirawat bisa diperoleh dari makanan tersebut.
Langkah pertama, periksa apakah lansia tersebut bisa menggosok gigi sendiri atau tidak. Yang kedua, pastikan anda memeriksa kesehatan gigi dan mulut lansia secara rutin. Dari hasil pemeriksaan anda, kenali beberapa penyakit gigi dan mulut di bawah ini dan segera dibawa ke dokter apabila lansia merasa tidak nyaman atau terindikasi.
Warna gigi berubah menjadi lebih gelap, penyakit gigi yang cukup sering terjadi pada lansia. Disebabkan oleh kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman yang bisa merubah warna gigi menjadi lebih gelap seperti teh dan kopi.
Mulut kering, terjadi karena beberapa penyebab. Bisa karena penyakit yang diderita, penggunaan obat, dan bisa juga karena penyakit kanker. Indikasi penyakit ini adalah terjadi penurunan produksi air liur sehingga mulut tampak kering dan kekurangan air liur.
Gingivitis, yang bisa mengakibatkan periodontitis. Indikasi dingivitis adalah gusi yang kemerahan, bengkak, dan menjadi mudah berdarah. Sedangkan periodontitis ditandai dengan adanya bakteri di sela-sela gusi dan gigi yang kerap menjadikan gigi para lansia tersebut menjadi mudah copot.
Meskipun ada banyak penyakit mulut dan gigi yang bisa menyerang lansia, namun dengan perawatan dan pengawasan yang baik, anda tidak perlu khawatir dan cukup bawa ke dokter gigi terdekat untuk membantu memecahkan permasalahan tersebut.
Kulit yang sehat sangat berpengaruh terhadap penampilan lansia yang sedang anda rawat. Oleh karena itu, anda perlu menjaga kesehatan kulit lansia yang anda rawat dengan perawatan dasar seperti menghimbau untuk mandi secara rutin, tidak terlalu sering di bawah terik sinar matahari, serta memakai pakaian yang tidak menyebabkan iritasi pada kulit.
Baca juga : Kenali Dulu Apa Saja Tugas-tugas Penting Perawat Lansia
Sesuai dengan amanat dari National Institute of Mental Health, penyakit depresi yang terjadi pada lansia merupakan salah satu kelompok masalah kesehatan masyarakat yang harus ditangani. Sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap lansia, tentu saja anda yang harus bertanggung jawab untuk menangani penyakit depresi ini.
Nah, dikarenakan penyakit depresi pada lansia tersebut tidak memiliki indikasi yang pasti, maka langkah yang terbaik adalah dengan memeriksa lansia ke dokter. Baru setelah menerima hasil pemeriksaan dokter, kita bisa mengetahui kondisi mental lansia dan merawat lansia sesuai dengan arahan dari dokter yang memeriksa tersebut.