Infus adalah obat dalam bentuk cairan yang langsung ditujukan melalui pembuluh darah. Cairan infus bisa berguna untuk memelihara kadar air dan nutrisi dalam tubuh. Biasanya, pasien yang melakukan perawatan di rumah sakit akan mendapatkan cairan ini. Tahukah Anda bahwa fungsi cairan infus punya beragam manfaat untuk tubuh Anda? Berikut ini adalah jenis dan fungsi masing-masing jenis cairan infus.
Berbagai Jenis dan fungsi Cairan Infus
Cairan kristaloid memiliki kandungan natrium klorida, natrium asetat, glukonat, kalium klorida, glukosa, dan magnesium klorida. Fungsi utama dari cairan ini adalah untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit, menghidrasi tubuh, dan juga mengembalikan pH. Ada beberapa cairan infus yang termasuk dalam jenis ini, yakni cairan saline, ringer laktat, dan dextrose.
Cairan koloid memiliki struktur molekul yang lebih berat dibandingkan dengan cairan kristaloid. Jenis cairan ini biasanya digunakan pada pasien yang sedang kritis, sebagai cairan resusitasi, dan pasien bedah. Beberapa contoh cairan jenis ini antara lain gelatin, albumin, dan dekstran.
Cairan asering memiliki kandungan Cl 109 mEq, K 4 mEq, Na 130 mEq, dan garam 28 mEq. Biasanya cairan jenis ini diaplikasikan pada pasien yang menderita dehidrasi karena beberapa penyakit berat seperti asidosis, trauma, demam berdarah, shock hemarogik, dehidrasi berat, serta luka bakar. Fungsi utama dari cairan asering adalah menjaga suhu badan setelah melakukan operasi bedah.
Baca juga : Makanan untuk Masa Lansia, Bantu Penuhi Gizi Seimbang
Cairan manitol sering digunakan kepada pasien yang menjalani operasi prostat. Hal ini karena cairan manitol dapat melarutkan genitouriner sebelum proses operasi dilakukan. Selain itu, cairan manitol juga memiliki fungsi untuk meningkatkan diuresis kepada pasien yang menderita gagal ginjal, meningkatkan eskresi senyawa toksis, dan menjaga tekanan intrakranial.
Jenis cairan yang terakhir adalah cairan tutofusin ops. Cairan ini memiliki kandungan kalium 18 mEq, 100 mEq, sorbitol 50 gram, kalsium 4 mEq, magnesium 6 mEq, dan klorida 90 mEq. Manfaat dari kandungan tersebut sangatlah banyak, antara lain dapat memenuhi kebutuhan cairan elektrolit dan air pada pasien sebelum dan sesudah melakukan operasi bedah.
Indikasi Seseorang yang Harus Mendapat Cairan Infus
Ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang harus mendapatkan asupan cairan infus. Kondisi tersebut bisa berupa ketidakmampuan seseorang untuk mengonsumsi obat melalui mulut, pasien yang hilang kesadaran, pasien yang tidak boleh mengonsumsi obat oral karena sedang menderita penyakit tertentu, serta hanya tersedianya obat dalam bentuk obat suntik.
Itulah sedikit pengetahuan mengenai cairan infus dan fungsinya. Perlu diketahui, infus hanya bersifat sementara dan tidak disarankan dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Ketika pengobatan selesai atau kondisi sudah mulai membaik, seseorang lebih disarankan untuk melepas infus dan melakukan masukan nutrisi melalu makanan biasa.