Seharusnya, setiap orang selalu peduli pada kesehatannya. Bukan hanya untuk bayi, balita, atau orang dewasa, tetapi para lansia juga harus benar-benar diperhatikan kesehatan fisiknya. Apalagi bagi sebagian besar orang-orang lanjut usia, selalu mengalami keluhan-keluhan tertentu pada tubuhnya. Hal tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja.
Sebab, seseorang yang sudah lanjut usia malah cenderung mudah untuk terpapar penyakit-penyakit tertentu. Entah itu penyakit dari luar, atau penyakit yang diakibatkan oleh degradasi usia. Oleh sebab itu, apabila usia Anda atau orang terdekat Anda sudah menginjak 60 tahunan, diharapkan benar-benar aware terhadap kesehatannya. Salah satunya yaitu dengan rutin memeriksakan kesehatan. Berikut ini adalah pedoman lengkap untuk periksa kesehatan bagi para lanjut usia.
Periksa Kesehatan yang Wajib Dilakukan Lansia
Ada baiknya para lansia selalu melakukan pemeriksaan rutin tahunan. Entah itu Anda memang memiliki keluhan tertentu atau tidak, pemeriksaan kesehatan secara rutin akan membantu dalam mengurangi risiko terkena penyakit-penyakit yang mematikan. Beberapa tes yang biasanya harus dilakukan para lansia ketika memeriksakan diri ke tempat-tempat pusat kesehatan adalah:
Pengecekan tekanan darah sebaiknya dilakukan secara rutin. Bisa per bulan atau tiap beberapa minggu sekali. Hal ini karena tekanan darah sangat mudah berubah-ubah, dan seringkali memicu komplikasi tertentu jika terlambat disadari. Contohnya seperti tekanan darah tinggi, yang bisa saja memicu serangan jantung sampai gagal jantung. Tekanan darah yang terlalu tinggi bahkan dapat mengakibatkan pembuluh darah otak pecah, dan berakibat pada stroke.
Baca juga : Ingin Memiliki Tekanan Darah Stabil di Usia Senja ? Lakukan 3 Tips Sederhana Mengendalikan Hipertensi Ini !
Dengan dilakukan pemeriksaan tekanan darah rutin, setidaknya bisa diantisipasi dengan pengobatan tertentu oleh dokter. Selain itu, pengecekan tekanan darah juga sekarang ini lebih praktis karena adanya alat ukur tensi yang lebih canggih, sehingga bisa dilakukan dengan cepat dan akurat. Terlebih untuk Anda yang memiliki beberapa penyakit seperti diabetes, penyakit hati, dan lain-lain, sebaiknya memang tidak pernah absen untuk periksa tekanan darah.
DEXA Scan atau pemindaian DEXA yaitu pemindaian kepadatan tulang menggunakan sinar-X. Seperti yang kita semua tahu, tulang lansia biasanya lebih mudah keropos daripada orang yang masih muda. Hal ini karena semakin usia bertambah, jaringan tulang menjadi lebih lemah dan lebih sulit menyerap mineral. Akibatnya, tulang menjadi mudah patah atau bahkan sampai terkena osteoporosis. Inilah mengapa sangat penting untuk melakukan DEXA Scan untuk melihat risiko-risiko tersebut. Supaya Anda dapat lebih menjaga diri dan tahu perilaku seperti apa yang sebaiknya dilakukan sehari-hari untuk menghindari kerusakan tulang yang parah.
Berat badan yang sering berubah-ubah, atau terlalu berat dan sebaliknya, ternyata bisa menjadi pertanda adanya penyakit tertentu pada seorang lansia. Misalnya, ketika berat badan Anda bertambah secara drastic, bisa jadi hal itu karena adanya retensi cairan pada tubuh Anda. Atau, kemungkinan juga ada gangguan pada ginjal, jantung, atau juga hati. Sedangkan, apabila kondisi berat badan mendadak turun, bisa jadi ada infeksi bahkan kanker. Untuk mengetahuinya, memang sebaiknya dilakukan cek lanjutan sehingga bisa cepat diatasi atau dicegah.
Jangankan lansia, orang dewasa pun dianjurkan untuk rutin melakukan tes darah. Dari darah seseorang, berbagai kemungkinan penyakit bisa dideteksi dengan mudah. Oleh sebab itu, lakukan tes darah jika merasa ada gangguan-gangguan tertentu dalam tubuh. Biasanya, beberapa hal yang dicek dari tes darah adalah kondisi gula darah, kadar hormone, kadar elektrolit, dan juga kadar gula darah. Setidaknya, usai mengetahui kadar-kadar sensitive dalam tubuh tersebut, Anda dapat mengontrol makanan dan aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari.
Pemeriksaan EKG atau Elektrokardiogram ditujukan untuk mengecek aktivitas elektrik pada jantung. Melalui tes ini, Anda akan tahu apakah ada kelainan atau penyakit tertentu pada jantung, sehingga bisa dilakukan penanganan lebih awal. Biasanya, pengecekan EKG bisa dilakukan sekitar 3 tahun sekali. Akan tetapi, apabila Anda mengalami keluhan pada jantung, segera lakukan pemeriksaan EKG secepatnya. Selain itu, jika Anda sedari awal sudah memiliki penyakit yang terkait jantung, sebaiknya lakukan pemeriksaan jenis ini secara rutin.
Baca juga : Kenali Dulu Apa Saja Tugas-tugas Penting Perawat Lansia
Tes kalonoskopi digunakan untuk mengetahui kondisi pencernaan Anda. Sebab, lambung maupun usus adalah bagian yang rawan terkena penyakit. Selain itu, penyakit dari pencernaan juga kerap kali merembet pada bagian lain dalam tubuh. Untuk itu, setidaknya Anda melakukan pemeriksaan setiap dua tahun sekali. Pengecekan bisa lebih rutin jika sebelumnya Anda sudah merasakan gangguan pencernaan. Beberapa masalah pencernaan yang berbahaya contohnya adalah kanker usus atau kerusakan lambung.
Mata rabun hingga katarak adalah gangguan mata yang biasanya dialami para lansia. Hal ini karena terjadi proses penuaan pada tubuh mereka, dan berdampak pula pada kondisi mata. Untuk itulah perlu dilakukan pemeriksaan rutin pada mata, supaya para lansia pun tetap dapat melihat di usia tua.
Pemeriksaan Kesehatan yang Wajib untuk Lansia Laki-Laki
Untuk lansia laki-laki, ada beberapa kasus yang kerap dialami, yaitu gangguan pada prostat. Maka sebaiknya dilakukan pula pemeriksaan prostat secara rutin. Sebab, prostat pun bisa jadi terkena kanker atau penyakit lainnya yang berbahaya.
Pemeriksaan Kesehatan yang Wajib untuk Lansia Perempuan
Ada dua pemeriksaan yang juga tidak boleh dilewatkan lansia wanita, yaitu Mammogram dan Pap Smear.
Mammogram adalah pemeriksaan payudara menggunakan sinar-X. Anda bisa melakukannya sekitar dua tahun sekali untuk mencegah terjadinya tumor atau kanker payudara.
Pap Smear adalah pemeriksaan yang dilakukan pada rahim. Hal ini penting untuk menghindari penyakit-penyakit berbahaya seperti kanker serviks. Namun, pemeriksaan ini juga bisa dilakukan untuk wanita muda, kira-kira sampai usia 70 tahunan.